Soppeng, Mitrabuser.com, Upaya mengungkap penyebab kebakaran Pasar Batu-Batu di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, terus dilakukan. Polres Soppeng menggandeng Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan untuk menelusuri fakta di balik peristiwa yang berdampak terhadap aktivitas perdagangan masyarakat tersebut.
Tim gabungan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Pemeriksaan ini diarahkan untuk mencari petunjuk ilmiah, mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan kebakaran, serta mengumpulkan barang bukti yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
Olah TKP dipimpin Kasubdit Fisika Komputer Forensik Bidlabfor Polda Sulsel, AKBP Wiji Purnomo, S.T., M.H. Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., turut hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Soppeng dan Kapolsek Marioriawa.
Hadir pula Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Jumiar, S.T., M.M., Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., serta Koordinator Pasar Batu-Batu Japri, S.Sos.
Pelibatan tim forensik menjadi langkah penting untuk memastikan pengungkapan penyebab kebakaran dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat diuji secara ilmiah. Setiap petunjuk di lokasi kejadian perlu dianalisis secara cermat sebelum penyidik menarik kesimpulan.
Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menekankan bahwa proses penyelidikan harus mengedepankan objektivitas dan profesionalisme.
“Penanganan peristiwa ini tidak boleh didasarkan pada dugaan semata. Kami bersama Tim Labfor Polda Sulsel berupaya mengungkap penyebab kebakaran melalui pemeriksaan secara ilmiah dan pengumpulan bukti yang relevan. Kami ingin memastikan setiap tahapan penyelidikan berjalan profesional, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi kepolisian dengan pemerintah daerah dan unsur terkait diperlukan agar penanganan peristiwa berjalan dengan baik, mengingat kebakaran tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat.
Bagi masyarakat, khususnya para pedagang yang terdampak, pengungkapan penyebab kebakaran menjadi hal penting untuk memperoleh kejelasan mengenai peristiwa yang terjadi.
Namun, kepastian tersebut harus lahir dari hasil pemeriksaan, bukan spekulasi. Karena itu, hasil analisis Tim Labfor Polda Sulsel diharapkan dapat menjadi salah satu dasar bagi penyidik dalam menentukan arah penyelidikan selanjutnya.
Hingga pemeriksaan tersebut dilakukan, penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan. Polres Soppeng menyatakan proses pengungkapan akan mengacu pada bukti dan fakta yang ditemukan di lapangan.
Langkah ini sekaligus menjadi ujian bagi proses penegakan hukum untuk menjawab pertanyaan masyarakat secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan yang mampu menjelaskan penyebab kebakaran Pasar Batu-Batu secara terang, sehingga tidak ada kesimpulan prematur sebelum seluruh bukti diperiksa secara menyeluruh.
(AJS)

