Soppeng, Mitrabuser.com, Ketika kemarau mulai menekan kehidupan warga, ikhtiar tidak hanya dilakukan dengan langkah teknis. Di hadapan ratusan jemaah, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memilih bersimpuh dan menengadahkan tangan, memohon hujan kepada Allah SWT.
Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar spiritual menghadapi kemarau yang melanda wilayah Soppeng dan sekitarnya. Kegiatan yang diinisiasi Wahdah Islamiyah tersebut dipusatkan di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng.
Selle KS Dalle tampak berada di tengah barisan jemaah. Mengenakan kemeja biru muda dan peci hitam, orang nomor dua di Kabupaten Soppeng itu larut dalam kekhusyukan. Kepala tertunduk, kedua tangan terangkat saat doa dipanjatkan.
Pemandangan tersebut menjadi simbol bahwa persoalan kekeringan bukan sekadar perkara cuaca. Dampaknya mulai menyentuh sektor pertanian hingga kebutuhan air bersih masyarakat.
Di tengah kondisi itu, pemerintah daerah tetap dituntut menjalankan berbagai langkah teknis untuk mengantisipasi dampak kemarau. Namun bagi Selle, ikhtiar manusia juga harus dibarengi dengan doa dan introspeksi diri.
“Selain berbagai langkah teknis dari pemerintah daerah untuk mengatasi dampak kemarau, ikhtiar melalui doa dan permohonan ampun (istighfar) adalah kunci penting. Kita mengetuk pintu langit agar Allah SWT segera mencurahkan rahmat-Nya berupa hujan yang membawa keberkahan,” tutur Selle. Jum'at (11/9/2026).
Suasana khusyuk terasa sejak salat dimulai hingga khotbah disampaikan. Ratusan jemaah bersama-sama memanjatkan harapan agar kemarau segera berakhir.
Bagi petani, hujan bukan sekadar fenomena alam. Turunnya hujan berarti harapan bagi lahan yang mulai kering, tanaman yang membutuhkan air, sekaligus keberlangsungan aktivitas masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air.
Salat Istisqa kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh ulama Wahdah Islamiyah. Dalam doa tersebut, jemaah memohon agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, menjauhkan masyarakat dari bencana kekeringan, serta memberikan keselamatan bagi seluruh warga Kabupaten Soppeng.
Di tengah kemarau yang kian terasa, Soppeng pun mengetuk pintu langit, memohon agar hujan segera turun.
(AJS)

