Soppeng Bidik KIPP PRO 2026, Enam Inovasi Pelayanan Publik Mulai Dipoles -->

 


Translate


Soppeng Bidik KIPP PRO 2026, Enam Inovasi Pelayanan Publik Mulai Dipoles

Selasa, 15 September 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Enam inovasi pelayanan publik Kabupaten Soppeng mulai dipersiapkan untuk bertarung dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Perluasan Skala, Replikasi dan Orientasi Global (KIPP PRO) Tematik Tahun 2026.


Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Soppeng memperkenalkan sekaligus memperkuat berbagai terobosan pelayanan yang telah dikembangkan di sejumlah perangkat daerah.


KIPP PRO Tematik 2026 mengusung tema “Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran.” Tema tersebut menjadi acuan dalam memilih inovasi yang dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan pelayanan masyarakat.


Kepala Bapelitbangda Soppeng, Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si., menyampaikan kesiapan enam inovasi itu kepada Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, 14 September 2026.


Andi Agus didampingi Kepala Bidang Litbang Bapelitbangda Soppeng Andi Dewi Siswati, SE, serta perwakilan inovator dari masing-masing unit kerja.


Ia menjelaskan, keenam inovasi dipilih karena memiliki keterkaitan dengan tema KIPP PRO 2026 dan telah memiliki pengalaman implementasi yang dapat menjadi bagian dari materi proposal kompetisi.


Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyambut baik langkah tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada para inovator dan perangkat daerah yang terus berupaya menghadirkan pembaruan dalam pelayanan publik.


Menurut Suwardi, inovasi lahir dari keinginan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dengan cara yang lebih efektif.


“Saya mengapresiasi para inovator dan semua instansi yang terus berusaha mengembangkan inovasinya. Ini menunjukkan bahwa teman-teman di lapangan tidak berhenti bekerja, tetapi terus memikirkan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” ujar Suwardi.


Bupati juga mengingatkan agar kompetisi tidak menjadi satu-satunya orientasi dalam pengembangan inovasi.


“Yang paling penting bukan hanya ikut kompetisi. Inovasi ini harus terus hidup dan berkembang karena tujuan akhirnya adalah masyarakat,” tegasnya.


Ia meminta setiap inovasi dievaluasi secara berkala. Inovasi yang masih memiliki kekurangan harus diperbaiki, sedangkan yang telah memberikan manfaat dapat dikembangkan untuk menjangkau penerima layanan yang lebih luas.


Enam inovasi yang disiapkan Pemkab Soppeng berasal dari sektor administrasi kependudukan, rumah sakit, puskesmas hingga layanan keselamatan terpadu.


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil membawa BAYI PAPA (Bayi Lahir Pulang Dapat Akta).


RSUD Latemmamala menyertakan FOR KIA (Forum Rujukan Kesehatan Ibu dan Anak) dan NO PSIKIS (Inovasi Psikiatri Komunitas Terintegrasi di Soppeng).


Kemudian UPTD Puskesmas Ganra menyiapkan PERI-SEHAT, yang berkaitan dengan komitmen menjaga kehamilan dan konsumsi Tablet Tambah Darah selama kehamilan.


Puskesmas Ganra juga mengusung PENTAS GIMURA (Peningkatan Pengetahuan dan Status Kesehatan Gigi Mulut Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Ganra).


Sementara UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu 119 Soppeng membawa PEGANG JIDAT (Perhatikan Penderita Gangguan Jiwa di Sekitar Kita).


Deretan inovasi tersebut memperlihatkan fokus pelayanan yang cukup luas, mulai dari bayi yang baru lahir, kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi dan mulut ibu hamil, hingga perhatian terhadap persoalan kesehatan jiwa.


Andi Agus menegaskan bahwa keberadaan inovasi harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.


“Yang kita dorong adalah bagaimana inovasi ini terus hidup. Kalau memang efektif membantu masyarakat, harus dipertahankan, diperbaiki dan kalau memungkinkan dikembangkan lebih luas,” katanya.


Tahap selanjutnya, Pemkab Soppeng akan mematangkan proposal keenam inovasi tersebut sebelum mengikuti rangkaian KIPP PRO 2026.


Proses persiapan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan Kementerian PANRB, termasuk akun SINOVIK, formulir proposal, bahan sosialisasi serta layanan pendampingan melalui Helpdesk KIPP PRO.


Bagi Pemkab Soppeng, keikutsertaan dalam KIPP PRO bukan hanya tentang membawa nama daerah ke ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk memastikan inovasi pelayanan publik tetap berjalan, berkembang dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.


(AJS)