Bukan Sekadar Wisuda, 117 Lansia Lilirilau Buktikan Belajar Tak Kenal Usia -->

 


Translate


Bukan Sekadar Wisuda, 117 Lansia Lilirilau Buktikan Belajar Tak Kenal Usia

Selasa, 29 September 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Semangat belajar tidak berhenti hanya karena usia terus bertambah. Pesan itu mengemuka dalam Wisuda Akbar Sekolah Lansia Tingkat Kecamatan Lilirilau yang diikuti 117 peserta dari tujuh desa dan kelurahan, Selasa (29/9/2026).


Wisuda yang digelar di Gedung Serbaguna Hasten, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi.


Kehadiran Hj. Suarni menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta. Dalam kesempatan itu, ia memberikan arahan sekaligus motivasi dan turut menyematkan tali toga kepada peserta wisuda.


Hj. Suarni mengatakan, wisuda Sekolah Lansia memiliki makna lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa keinginan untuk terus belajar dan memberikan manfaat dapat dilakukan pada setiap fase kehidupan.


“Wisuda bukan hanya sebuah seremoni untuk menandai selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan berkarya tidak mengenal usia,” ujarnya.


Ia menjelaskan, Sekolah Lansia memberikan ruang bagi para lanjut usia untuk mendapatkan pengetahuan sekaligus memperluas interaksi sosial.


Para peserta tidak hanya diajak belajar, tetapi juga didorong untuk menjaga kesehatan, membangun kepercayaan diri, berbagi pengalaman dan tetap berperan di tengah keluarga maupun masyarakat.


Materi pembelajaran mengacu pada tujuh dimensi Lansia Tangguh, meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.


Dengan pendekatan tersebut, para lansia diharapkan tetap mampu menjalani kehidupan secara sehat, mandiri, aktif dan produktif.


Salah seorang wisudawan, H. Adnan Rauf, mengaku merasakan manfaat dari keikutsertaannya dalam Sekolah Lansia.


Baginya, program tersebut bukan hanya menghadirkan pembelajaran, tetapi juga membuka kembali ruang pergaulan dan interaksi dengan sesama lansia.


“Dengan Sekolah Lansia, serasa kembali muda. Bisa kembali bersua sapa dengan sesama lansia. Merasa dihargai dan diberi ruang untuk belajar, berkarya dan berinovasi,” katanya.


Perhatian terhadap kondisi kesehatan peserta juga turut diberikan dalam kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan mendapatkan obat tekanan darah sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.


Hj. Suarni kemudian mengajak para wisudawan untuk tidak berhenti setelah prosesi wisuda. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Sekolah Lansia dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Para lansia juga diharapkan terus menjaga kesehatan, memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga serta lingkungan.


“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberikan manfaat hendaknya tidak pernah berhenti,” katanya.


Hj. Suarni juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang terus memberikan dukungan kepada para lansia selama mengikuti program.


Menurutnya, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang membuat lansia dapat menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, aktif, produktif dan bahagia.


Ia turut mengapresiasi penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan, Tim Penggerak PKK, pengelola, kader serta tenaga pendidik yang telah mendampingi para peserta.


“Keberhasilan Sekolah Lansia membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan kader lansia,” ujarnya.


Sekolah Lansia di Kabupaten Soppeng telah dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3P2KB) sejak 2024.


Wisuda di Kecamatan Lilirilau merupakan wisuda kedua sejak program tersebut dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.


Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi para lansia untuk tetap belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan dan mempertahankan peran aktif di lingkungan masing-masing.


Kegiatan wisuda turut dihadiri perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP3P2KB Soppeng, Camat Lilirilau bersama Ketua TP PKK Kecamatan, Kapolsek, Danramil, para kepala desa/lurah bersama Ketua TP PKK, Kepala KUA, kepala UPTD Puskesmas, Koordinator BPP, Koordinator KB beserta penyuluh KB, Korwil UPT Pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Lilirilau, serta pengelola, tenaga pendidik dan peserta Sekolah Lansia.


Hj. Suarni berharap Sekolah Lansia terus berkembang dan mampu melahirkan semakin banyak lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan tetap memiliki ruang untuk berkarya serta memberikan manfaat bagi lingkungan.


Bagi para peserta, toga yang dikenakan hari itu bukan menjadi tanda berakhirnya proses belajar, melainkan pengingat bahwa semangat untuk terus tumbuh dapat hadir di usia berapa pun.


(AJS)