Soppeng, Mitrabuser.com, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng terus diperluas. Hingga September 2026, tercatat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi melayani masyarakat penerima manfaat.
Namun, bertambahnya jumlah SPPG dinilai tidak boleh hanya menjadi ukuran keberhasilan program. Di balik semakin banyaknya dapur yang beroperasi, persoalan kualitas, kebersihan dan keamanan pangan justru harus mendapat perhatian lebih serius.
Hal itu disampaikan Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, saat kegiatan yang digelar di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).
Yunas menegaskan, semakin banyak SPPG yang beroperasi maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul para mitra MBG.
Menurutnya, keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari berapa banyak porsi makanan yang berhasil dibagikan. Yang jauh lebih penting adalah memastikan makanan tersebut bergizi, higienis, aman dan layak dikonsumsi.
“Dengan 18 SPPG yang sudah beroperasi, tentu tanggung jawab kita semakin besar. Jangan sampai kuantitas bertambah, tetapi kualitas justru terabaikan,” tegas Yunas.
Ia meminta seluruh SPPG menjaga standar sejak bahan pangan dipilih, proses pengolahan berlangsung, makanan dikemas hingga didistribusikan kepada penerima manfaat.
Hal tersebut menjadi penting karena sasaran MBG tidak hanya anak sekolah. Program tersebut juga menyentuh kelompok penerima manfaat seperti santri, balita, ibu hamil hingga ibu menyusui yang memiliki kebutuhan gizi berbeda.
Kesalahan dalam pengelolaan pangan, sekecil apa pun, dinilai dapat berdampak serius terhadap penerima manfaat. Karena itu, keamanan pangan menurut Yunas harus ditempatkan sebagai prinsip utama, bukan sekadar pelengkap administrasi program.
Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan MBG, termasuk dukungan terhadap fasilitas SPPG, pendataan penerima manfaat hingga pengujian sampel makanan melalui laboratorium daerah.
Namun, dukungan pemerintah tersebut menurutnya harus diikuti komitmen kuat dari seluruh mitra untuk menjaga mutu makanan secara konsisten.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia” juga dinilai relevan dengan semangat pelaksanaan MBG.
Yunas berharap semangat berbagi tidak berhenti pada distribusi makanan, tetapi diwujudkan melalui pelayanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi penerima.
“Program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi kita. Karena itu, setiap makanan yang disiapkan harus benar-benar diperhatikan kualitas dan keamanannya,” ujarnya.
Dengan 18 SPPG yang kini beroperasi, tantangan MBG di Soppeng bukan lagi sekadar memperluas cakupan layanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan tidak ada standar yang turun ketika jumlah penerima dan porsi makanan terus bertambah.
(AJS)

