Soppeng Darurat Karhutla? Gunung Bila Tungke’E Kembali Dilanda Kebakaran -->

 


Translate


Soppeng Darurat Karhutla? Gunung Bila Tungke’E Kembali Dilanda Kebakaran

Selasa, 25 Agustus 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Soppeng. Kawasan hutan lindung Gunung Bila Tungke’E, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, dilanda kebakaran pada Selasa (25/8/2026).


Kebakaran yang membakar semak belukar dan hutan jati itu terpantau sekitar pukul 15.00 Wita. Petugas Posko Resor Pengolahan Hutan (RPH) Neneconang bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Botto langsung turun ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api.


Medan berbatu dan miring menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Bahkan, proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya, termasuk ranting kayu yang dibasahi.


Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, KPH Walanae, Polisi Kehutanan, penyuluh kehutanan, Komandan Regu/Komcad, staf UPTD KPH Walanae serta masyarakat setempat.


Setelah berjibaku sekitar empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 Wita. Tim kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.40 Wita, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan kawasan seluas sekitar 10 hektare. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian dalam peristiwa tersebut.


Kejadian ini menambah daftar kebakaran lahan yang terjadi di Soppeng dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, kebakaran juga melanda kebun jati milik warga di Kampung Lobo, Dusun Lebbae, Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja. Kebakaran tersebut berdampak pada sekitar dua hektare kebun jati dan berhasil dipadamkan setelah petugas bersama warga melakukan pemadaman.


Sementara itu, kawasan Gunung Sewo di Kecamatan Lalabata juga pernah mengalami karhutla berulang. Pada 2023, kebakaran di kawasan tersebut tercatat terjadi hingga tiga kali dengan total sekitar 23 hektare lahan terbakar.


Rangkaian kejadian tersebut menjadi peringatan serius agar kewaspadaan terhadap karhutla di Soppeng terus ditingkatkan, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.


Petugas juga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi Gunung Bila Tungke’E untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.


Lokasi kebakaran tercatat pada koordinat S 04° 22'45.2219" E.


(AJS)