Bupati Soppeng Turun Langsung, 270 Siswa SRT Dicek, Finishing Asrama dan Air Bersih Jadi Sorotan -->

 


Translate


Bupati Soppeng Turun Langsung, 270 Siswa SRT Dicek, Finishing Asrama dan Air Bersih Jadi Sorotan

Sabtu, 29 Agustus 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng tidak ingin kesiapan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) hanya terlihat dari bangunan yang berdiri megah. Ia turun langsung mengecek kondisi siswa sekaligus memastikan fasilitas yang akan mereka gunakan benar-benar siap.


Jumat (28/8/2026), Suwardi meninjau pelaksanaan registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa SRT.


Sebanyak 270 siswa mengikuti rangkaian registrasi dan pemeriksaan kesehatan. Mereka terdiri atas 76 siswa SRD, 130 siswa SRMP, dan 64 siswa SRMA, dengan pendampingan kepala desa, lurah, dan keluarga masing-masing.


Namun, enam siswa belum dapat mengikuti registrasi karena sedang sakit. Masing-masing terdiri dari dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.


Suwardi memastikan proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan sebagaimana mestinya. Tetapi yang menjadi perhatian Bupati bukan hanya data siswa dan hasil pemeriksaan kesehatan.


Saat meninjau tempat tinggal yang akan dihuni para siswa, Suwardi meminta sejumlah pekerjaan finishing yang masih tersisa segera dibenahi.


Fasilitas tempat tinggal, kata dia, harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada siswa yang nantinya menjalani aktivitas pendidikan sekaligus tinggal di lingkungan tersebut.


Bupati meminta Waskita selaku pihak penyedia memastikan kebutuhan air bersih tidak menjadi persoalan ketika asrama mulai digunakan. Ketersediaan air bersih dinilai sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipastikan sejak awal.


Jangan sampai gedung sudah siap, tetapi kebutuhan dasar siswa justru terkendala.


Setelah mengecek asrama, Suwardi juga meninjau masjid yang berada di lingkungan Sekolah Rakyat Terpadu.


Berbeda dengan beberapa bagian asrama yang masih membutuhkan penyelesaian, kondisi masjid dinilai sudah sangat baik dan layak digunakan untuk menunjang kegiatan siswa, khususnya aktivitas keagamaan.


Peninjauan ini memperlihatkan bahwa Pemkab Soppeng ingin memastikan Sekolah Rakyat Terpadu tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.


Siswa harus sehat, asrama harus layak, air bersih harus tersedia, dan fasilitas pendukung harus benar-benar bisa digunakan.


Bagi pemerintah daerah, kesiapan SRT pada akhirnya bukan hanya soal seberapa besar bangunannya, tetapi seberapa mampu seluruh fasilitas tersebut memberikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak yang menempatinya.


(AJS)