Soppeng, Mitrabuser.com, Kabupaten Soppeng mulai diarahkan menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan pertanian modern. Hal itu ditandai dengan penyerahan bibit padi unggul Inpari 32 FS kepada dua kelompok tani dalam rangkaian panen perdana uji terap Program PM-AAS (Pertanian Modern–Advance Agriculture System) di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Rabu (19/8/2026).
Bupati Soppeng Suwardi Haseng mengatakan, penerapan pertanian modern di Lajaroko diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas petani setempat, tetapi juga melahirkan model yang dapat diterapkan di wilayah lain.
“Dari sawah di Lajaroko ini lahir pertanian modern yang nanti bisa dicontoh daerah lain. Kita ingin suatu hari nanti orang berkata, petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan,” kata Suwardi.
Penyerahan bibit Inpari 32 FS menjadi bagian dari dukungan pengembangan budidaya padi modern. Varietas unggul tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Di lokasi yang sama, uji terap yang dilaksanakan Kelompok Tani Karuna dengan luas lahan sekitar 20 hektare mencatat produktivitas panen sekitar 10 ton gabah per hektare.
Hasil tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan sistem budidaya modern di Soppeng. Menurut Suwardi, capaian itu menunjukkan bahwa penerapan teknologi pertanian memiliki peluang untuk meningkatkan produksi sekaligus mendorong efisiensi biaya.
“Dengan ditetapkannya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu kabupaten penyelenggara Program PM-AAS, telah memberi harapan besar bagi petani dan merupakan langkah nyata yang strategis dalam mendorong transformasi sistem budidaya padi di Bumi Latemmala,” ujarnya.
Suwardi menegaskan, modernisasi pertanian tidak cukup hanya dengan menghadirkan bibit unggul. Petani juga perlu mendapat pendampingan dalam penerapan teknologi, pengelolaan lahan dan tata kelola budidaya.
Karena itu, ia berharap uji terap PM-AAS dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi kelompok tani sehingga pola pertanian modern dapat direplikasi secara lebih luas di Kabupaten Soppeng.
Pemkab Soppeng juga berkomitmen memperkuat kelembagaan petani, sarana dan prasarana pertanian serta sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P., jajaran BRMP, Forkopimda Soppeng, penyuluh pertanian, KTNA, Gapoktan, Brigade Pangan dan kelompok tani.
Bagi Soppeng, panen perdana dan penyerahan bibit unggul ini bukan sekadar seremoni. Dari Lajaroko, pemerintah ingin membangun pola pertanian yang bisa diuji, dipelajari, lalu diperluas menjadi model bagi petani lainnya.
(AJS)



