Tim Petanque PGRI Soppeng Raih Juara III di Porseninjar Sidrap, Bukti Guru Berprestasi di Dunia Pendidikan dan Olahraga -->

 


Translate


Tim Petanque PGRI Soppeng Raih Juara III di Porseninjar Sidrap, Bukti Guru Berprestasi di Dunia Pendidikan dan Olahraga

Sabtu, 04 Juli 2026


Sidrap, Mitrabuser.com, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan pendidikan Kabupaten Soppeng. Tim Petanque Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara III pada nomor Double Man dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Pelajar dan Guru (Porseninjar) yang digelar di Kabupaten Sidrap. Sabtu (4/7/2026).


Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PGRI Kabupaten Soppeng. Di tengah tugas utama sebagai pendidik yang setiap hari membentuk karakter dan mencerdaskan generasi bangsa, para guru mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang olahraga melalui semangat juang, kerja sama, dan sportivitas yang tinggi.


Perjalanan menuju podium juara tidak diraih dengan mudah. Tim Petanque PGRI Kabupaten Soppeng harus menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai kabupaten yang turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Berbekal latihan yang konsisten, strategi permainan yang matang, dan kekompakan tim, mereka mampu melewati setiap pertandingan dengan penuh percaya diri hingga akhirnya mengamankan posisi ketiga.


Kesuksesan tim tidak terlepas dari peran Koordinator Tim, Riswan Asmari, S.Pd., M.Pd., Guru SD Negeri 3 Lemba, yang sejak awal membangun komunikasi, koordinasi, dan kekompakan seluruh anggota tim. Kepemimpinannya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat para atlet selama mengikuti rangkaian pertandingan.


Selain itu, pembinaan teknis yang diberikan oleh para pelatih juga menjadi fondasi utama keberhasilan tim. Syahriadi, S.Pd.Gr., Guru SD 237 Aletellue, bersama Andi Kartiana Sari, S.Pd.Gr., Guru SD 6 Ujung Baru, memberikan pendampingan intensif mulai dari persiapan teknik, strategi permainan, hingga penguatan mental bertanding. Kombinasi pengalaman dan dedikasi keduanya berhasil membawa tim tampil kompetitif sepanjang turnamen.


Pada nomor Double Man, pasangan Ardian, S.Pd.Gr., Guru SD 196 Polewali, dan Dedi Arfan, S.Pd.Gr., Guru SD 189 Bukit Baringeng, tampil impresif. Keduanya menunjukkan permainan yang disiplin dengan akurasi lemparan yang baik, kemampuan membaca situasi pertandingan, serta koordinasi yang solid dalam setiap kesempatan. Penampilan konsisten tersebut membawa mereka melangkah hingga babak penentuan dan memastikan medali perunggu untuk Kabupaten Soppeng.


Prestasi ini menjadi bukti bahwa seorang guru memiliki potensi besar untuk berprestasi di berbagai bidang. Di balik kesibukan menjalankan tugas mendidik di sekolah, mereka tetap mampu mengembangkan bakat, menjaga kebugaran, serta mengharumkan nama daerah melalui kompetisi olahraga.


Keberhasilan Tim Petanque PGRI Kabupaten Soppeng juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para guru lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga, seni, dan kegiatan positif lainnya. Semangat untuk terus belajar, berlatih, dan berprestasi merupakan nilai yang patut diteladani oleh seluruh insan pendidikan.


Ajang Porseninjar sendiri menjadi wadah yang mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat sportivitas antarpendidik dari berbagai daerah. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, membangun karakter, dan menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan guru.


Dengan raihan Juara III ini, PGRI Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan bahwa dedikasi seorang guru tidak hanya tercermin di ruang kelas, tetapi juga melalui prestasi nyata di berbagai bidang. Harapannya, capaian ini menjadi awal dari prestasi-prestasi yang lebih tinggi pada kompetisi mendatang, sekaligus semakin mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat regional maupun nasional.


Dari ruang kelas mereka menanamkan ilmu dan karakter kepada generasi penerus bangsa. Di arena Petanque, mereka membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan kebersamaan mampu menghadirkan prestasi yang membanggakan. Semangat para guru Soppeng ini menjadi inspirasi bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


(Red)