Sekcam Lalabata H.Munadir: Wisatawan Belanda Kagumi Budaya dan Situs Bersejarah di Soppeng -->

 


Translate


Sekcam Lalabata H.Munadir: Wisatawan Belanda Kagumi Budaya dan Situs Bersejarah di Soppeng

Selasa, 28 Juli 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Lalabata, H. Munadir Nurdin, S.Sos., menerima kunjungan wisatawan mancanegara asal Belanda, Mr. Koen bersama istrinya, Mrs. Britt, serta kedua anak mereka, Kris dan Ole, yang melakukan kunjungan budaya di Kabupaten Soppeng.


Munadir mengatakan, keluarga asal Belanda tersebut datang untuk mengenal lebih dekat kearifan lokal, adat istiadat, budaya, serta situs-situs bersejarah yang menjadi kekayaan Kabupaten Soppeng.


"Mereka sangat tertarik dengan kearifan lokal, adat istiadat, budaya, utamanya situs peninggalan sejarah di Kabupaten Soppeng," kata Munadir, Rabu. (29/7/2026). 


Selama berada di Soppeng, rombongan mengunjungi Bola Ridie, Villa Yuliana yang kini menjadi Museum Latemmamala, serta Taman Kalong.


Menurut Munadir, Bola Ridie merupakan bangunan bersejarah yang menjadi tempat penyimpanan benda pusaka dan atribut (regalia) Kerajaan Soppeng. Sementara Villa Yuliana merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1905 dan diresmikan pada 1906 dengan arsitektur bergaya Indis, perpaduan arsitektur Eropa dan rumah adat Bugis. Saat ini, bangunan tersebut difungsikan sebagai Museum Latemmamala yang menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah.


Selain mengunjungi situs sejarah, rombongan juga menyambangi Taman Kalong yang menjadi ikon Kabupaten Soppeng. Di lokasi tersebut, mereka menyaksikan ribuan kelelawar yang hidup berdampingan dengan masyarakat di kawasan pusat kota.


"Mereka mengaku sangat takjub. Selama ini mereka menganggap kelelawar sebagai hewan yang menyeramkan dan memiliki citra negatif. Namun setelah melihat langsung kehidupan kelelawar di Soppeng, pandangan mereka berubah," ujar Munadir.


Ia menambahkan, keluarga asal Belanda tersebut juga mengapresiasi penataan Kota Watansoppeng yang dinilai bersih, tertata, dan nyaman.


Menurut Munadir, kesan positif yang disampaikan para tamu menjadi bukti bahwa potensi budaya, sejarah, dan lingkungan di Kabupaten Soppeng memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara.


(AJS)