Soppeng, Mitrabuser.com, Kepedulian dan semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng. Melalui kolaborasi Pemerintah Desa Lompulle dan Karang Taruna Al Mubaraqah, bantuan hasil penggalangan donasi sebesar Rp18.425.000 berhasil disalurkan kepada empat kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran di Dusun Maniangpatu, Jumat (26/6/2026).
Bantuan tersebut menjadi bukti bahwa di tengah musibah, solidaritas masyarakat mampu menghadirkan harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Dana yang terkumpul dari aksi sosial tersebut dibagikan secara merata kepada empat keluarga terdampak. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp4.600.000 sebagai bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan mendesak pascakebakaran.
Penggalangan dana dimulai sejak hari terjadinya kebakaran, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Desa Lompulle bersama Karang Taruna Al Mubaraqah bergerak cepat mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi membantu para korban. Respons warga pun sangat positif. Dalam waktu singkat, donasi berhasil terkumpul dari berbagai kalangan yang tergerak untuk meringankan beban sesama.
Ketua Karang Taruna Al Mubaraqah, Muhammad Hidayatul Naim, ST, mengatakan aksi kemanusiaan tersebut lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
"Kami dari Karang Taruna Al Mubaraqah bersama Pemerintah Desa Lompulle bergerak menggalang donasi sejak hari kejadian. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga yang tertimpa musibah. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak menghadapi cobaan ini sendirian," ujarnya.
Menurutnya, nilai bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami para korban. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban sekaligus memberikan semangat untuk bangkit kembali.
"Bantuan ini mungkin belum seberapa dibandingkan kerugian yang dialami para korban. Namun kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan awal mereka sekaligus menjadi penyemangat agar tetap kuat menghadapi cobaan ini," katanya.
Hidayatul Naim juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dengan ikut berdonasi. Menurutnya, keberhasilan penggalangan dana tidak terlepas dari tingginya rasa solidaritas warga Desa Lompulle dan berbagai pihak yang turut memberikan dukungan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan menunjukkan solidaritas. Semoga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terpelihara di Desa Lompulle sehingga kita selalu hadir untuk saling membantu ketika ada warga yang membutuhkan," tambahnya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua BPD Desa Lompulle, Ilham, S.Pd, bersama Ketua Karang Taruna Al Mubaraqah dan unsur Pemerintah Desa Lompulle. Suasana penyerahan bantuan berlangsung penuh haru, disertai doa dan harapan agar para korban diberikan ketabahan serta kemudahan dalam membangun kembali kehidupan mereka.
Empat warga yang menerima bantuan tersebut masing-masing adalah Desijerah, Tammase, Fite, dan Hj. Nure, yang rumahnya terdampak dalam peristiwa kebakaran.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Dusun Maniangpatu pada Rabu (24/6/2026) dan menghanguskan empat rumah warga. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, terdengar suara ledakan sebelum api membesar dan dengan cepat melalap bangunan yang sebagian besar berbahan kayu. Warga bersama petugas berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke rumah lainnya.
Musibah tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian materi yang cukup besar, tetapi juga memaksa para korban kehilangan tempat tinggal beserta harta benda yang selama ini mereka miliki. Di tengah kondisi tersebut, uluran tangan masyarakat melalui aksi penggalangan dana menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai musibah.
Bantuan yang disalurkan memang tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami para korban. Namun, kepedulian yang ditunjukkan masyarakat menjadi harapan baru bagi mereka untuk bangkit, memulai kembali kehidupan, dan membangun masa depan dengan semangat kebersamaan yang tetap terjaga.
(AJS)

