Soppeng, Mitrabuser.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima dan menjamu rombongan mahasiswa internasional peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lapangan NISC-PH 2026 yang berlangsung di Kabupaten Soppeng pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Kehadiran para mahasiswa dari berbagai negara menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama akademik sekaligus memperkenalkan potensi daerah melalui pembelajaran berbasis masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali menjadikan Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi pembelajaran internasional. Menurutnya, program seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta memperluas jejaring kerja sama di tingkat global.
Bupati berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Soppeng, termasuk berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan selama ini. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menikmati kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Soppeng.
Program NISC-PH 2026 merupakan agenda internasional yang diselenggarakan FKM Unhas dengan konsep hybrid course and excursion. Kegiatan diawali dengan pembelajaran daring pada 15–27 Juni 2026 sebelum dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026 di Makassar, Maros, dan Soppeng.
Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran lapangan yang berorientasi pada praktik kesehatan masyarakat. Mereka melakukan observasi kondisi kesehatan masyarakat, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Selain kegiatan akademik, peserta juga mengikuti program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa internasional memperoleh kesempatan untuk memahami nilai-nilai sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Soppeng yang menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.
Peserta yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University, bersama mahasiswa asing serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Rombongan didampingi oleh sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski yang selama kegiatan bertugas membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran lapangan.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta ditempatkan di lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di lokasi-lokasi tersebut mereka melakukan identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat, mempelajari program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta menyusun refleksi hasil pembelajaran berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Bagi mahasiswa, program ini menjadi sarana untuk memperkaya pengalaman akademik melalui pembelajaran lintas budaya. Sementara bagi Kabupaten Soppeng, kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat citra sebagai daerah yang terbuka terhadap kerja sama internasional, serta mendukung pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
(AJS)


