Soppeng, Mitrabuser.com, - Bernama lengkap Fitroh Supianto, sudah 5 tahun menjadi Imam Rawatib di Masjid Nurul Iman Enrekeng, Desa Ganra, soppeng.
Awalnya, Fitro dikontrak untuk menjadi imam saat bulan Ramadhan. Dan melalui keputusan musyawarah pengurus masjid dan balai desa, Fitro akhirnya di amanahkan untuk menjadi Imam Rawatib sampai batas yang tidak di tentukan. (Seumur hidup)
Melihat perkembangan zaman di Jaman modern ini, sangat susah menemukan anak muda yang menyerahkan diri sepenuhnya untuk pengabdian kepada Masarakat.
Disela-sela kegiatannya sebagai Imam Rawatib, Fitroh juga melakoni kegiatan sehari-hari nya sebagai Mahasiswa di Stai Al-Gazhali jurusan Pendidikan Agama Islam.
Kerja keras pantang menyerah, Fitro akhirnya lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Fitro adalah orang jawa yang orangtuanya bertransmigrasi ke Tanah Mandar. Yang sekarang di sebut Kampung Jawa. Sulawesi Barat.
Lahir dari keluarga yang sederhana dan mengerti agama. Fitroh akhirnya di masukkan ke lembaga agama, Pondok pesantren.
Fitroh pernah mengenyam pendidikan di Pondok pesantren Yayasan Perguruan Islam Ganra sekaligus tercatat sebagai santri hafidz Quran.
Berbekal doa orang tua dan semangat pantang menyerah, Fitroh tidak pernah menyurutkan niatnya untuk bermanfaat kepada banyak orang. Sesuai dengan namanya, Kesucian hati dari Fitroh akhirnya melabuhkan hatinya kepada salah satu perempuan berdarah bugis Enrekeng. Yang juga sebagai salah satu bunga desa.
Fitro menikah di usianya yang ke 28. Tanggal 30 Mei 2026. Seluruh Masyarakat Desa Enrekeng turut berbahagia menghadiri pesta pernikahan akbar yang dilakukan di Desa Enrekeng tersebut.
*AJS
