Jakarta, Mitrabuser.com, Ada suasana berbeda dalam audiensi antara pendiri dan tenaga ahli ASPEKSINDO dengan Gibran Rakabuming Raka di Sekretariat Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat.
Pertemuan yang awalnya berlangsung formal itu mendadak menjadi perhatian setelah Doktor Misbah menyampaikan pesan kuat tentang masa depan Indonesia dari perspektif Al-Qur’an dan kemaritiman nasional.
Di hadapan Wakil Presiden RI, Doktor Misbah secara tegas mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh melupakan laut sebagai sumber kehidupan dan kekuatan bangsa.
“Izin Pak Wapres, perhatian terhadap laut dan masyarakat pesisir harus benar-benar terasa manfaatnya. Dalam Surah Al-Anbiya ayat 30 dijelaskan bahwa air adalah sumber kehidupan bagi seluruh makhluk,” ujar Doktor Misbah asal Soppeng Sulawesi Selatan ini.
Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian para peserta audiensi karena dikaitkan dengan kondisi Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia.
Dalam penyampaiannya, Doktor Misbah menilai Indonesia memiliki potensi luar biasa di sektor kelautan, namun belum sepenuhnya dijadikan pusat pembangunan nasional.
Menurutnya, fakta bahwa 71 persen bumi adalah lautan seharusnya menjadi alarm besar bagi seluruh pemangku kebijakan.
“Bumi disebut Planet Biru karena wilayah laut jauh lebih luas dibanding daratan. Indonesia memiliki garis pantai dan wilayah pesisir yang sangat besar. Laut bukan pelengkap, tetapi masa depan bangsa,” tegasnya di hadapan Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan itu disebut sebagai salah satu pesan paling kuat dalam audiensi tersebut.
Tak berhenti pada gagasan, Doktor Misbah juga memaparkan langkah konkret ASPEKSINDO melalui program Sekolah Duta Maritim Indonesia (SDMI).
Program tersebut telah berjalan selama empat angkatan dan memberikan beasiswa penuh kepada generasi muda dari berbagai wilayah Indonesia.
Tujuannya bukan sekadar pendidikan biasa, tetapi membangun karakter maritim generasi bangsa.
“Kami ingin melahirkan generasi yang cinta Indonesia, cinta laut, dan memiliki mental kuat dalam membangun bangsa maritim,” jelasnya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi baru yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki semangat menjaga laut, pesisir, dan kedaulatan maritim nasional.
Suasana audiensi semakin hangat ketika Doktor Misbah mengajak seluruh peserta, termasuk Gibran Rakabuming Raka, meneriakkan slogan khas ASPEKSINDO.
“ASPEKSINDO!”
“Satu Laut, Sejuta Manfaat!”
Momen tersebut langsung menjadi simbol semangat baru tentang pentingnya persatuan dan pembangunan maritim Indonesia.
Audiensi tersebut juga membahas berbagai isu strategis kemaritiman nasional dan internasional, mulai dari pendidikan, hukum, sosial, budaya, hingga penguatan masyarakat pesisir.
ASPEKSINDO menilai Indonesia harus kembali menempatkan laut sebagai pusat peradaban bangsa.
Di akhir pertemuan, Doktor Misbah secara khusus mengajak Gibran Rakabuming Raka untuk ikut terlibat membina generasi muda Indonesia dalam program Sekolah Duta Maritim Indonesia.
Ajakan itu menjadi penutup audiensi yang sarat pesan nasionalisme, spiritualitas, dan semangat membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia.
“Satu Laut, Sejuta Manfaat.”
(Aswan JS)


