75 Calon Polisi Digembleng di Soppeng, Pesan Tegas Kapolres Ini Jadi Sorotan: “Polri Bukan Sekadar Profesi” -->

 


Translate


75 Calon Polisi Digembleng di Soppeng, Pesan Tegas Kapolres Ini Jadi Sorotan: “Polri Bukan Sekadar Profesi”

Kamis, 07 Mei 2026

Soppeng, Mitrabuser.com, Suasana khidmat menyelimuti halaman Mako Polres Soppeng, Kamis (7/5/2026), saat pelaksanaan Upacara Penutupan Latihan Kerja (Latja) Siswa Diktukba Polri Angkatan 54 Tahun Anggaran 2026 digelar secara resmi. Namun di balik prosesi seremonial tersebut, tersimpan pesan kuat yang kini menjadi perhatian banyak pihak.


Sebanyak 75 siswa SPN Polda Sulsel yang selama hampir dua pekan menjalani latihan kerja di Polres Soppeng akhirnya menuntaskan tahapan penting sebelum resmi menyandang status anggota Polri.


Upacara penutupan dipimpin langsung oleh AKBP Aditya Pradana selaku Inspektur Upacara. Hadir pula para pejabat utama Polres Soppeng, pengasuh dan pembina SPN Polda Sulsel, para mentor lapangan, hingga personel yang selama ini mendampingi para siswa.


Dalam amanatnya, Kapolres Soppeng menyampaikan pesan yang dianggap sangat penting bagi masa depan institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Polri bukan hanya tentang pekerjaan dan seragam, melainkan bentuk pengabdian penuh kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi. Ini adalah amanah dan pengabdian. Ilmu serta keterampilan yang diperoleh harus digunakan untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” tegas AKBP Aditya Pradana di hadapan para peserta upacara.


Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian karena dinilai mencerminkan harapan besar terhadap generasi baru Polri di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks.


Digembleng Langsung di Lapangan
Selama menjalani latihan kerja sejak 24 April hingga 7 Mei 2026, para siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas kepolisian di lapangan.


Mereka diperkenalkan dengan pola kerja nyata anggota Polri, mulai dari pelayanan masyarakat, pengamanan kegiatan, hingga pembelajaran teknis mengenai tugas kepolisian modern yang humanis dan Presisi.


Menurut Kapolres, latihan kerja menjadi fase penting untuk membangun mental, disiplin, dan kemampuan adaptasi para calon Bhayangkara muda sebelum benar-benar bertugas di tengah masyarakat.


“Latihan kerja ini merupakan bekal awal untuk membentuk personel Polri yang profesional, humanis, kreatif, dan mampu menjawab tantangan tugas ke depan,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya inisiatif, kreativitas, dan kemampuan komunikasi yang baik bagi setiap personel Polri di era saat ini.


Momentum penutupan Latja ini bukan hanya menjadi akhir dari proses pembelajaran lapangan, tetapi juga simbol dimulainya tanggung jawab besar sebagai calon aparat penegak hukum.


Para siswa yang sebentar lagi akan dilantik sebagai anggota Polri diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pelayanan kepada masyarakat.


Kapolres Soppeng pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa Diktukba Polri Angkatan 54 TA 2026 dan berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi.


“Kami berharap para siswa menjadi Bintara Polri yang terampil, profesional, patuh hukum, dan mampu mewujudkan Polri Presisi di tengah masyarakat,” tambahnya.


Kegiatan penutupan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi bagian dari proses pendidikan kepolisian, kegiatan ini juga menunjukkan sinergitas yang erat antara SPN Polda Sulsel dan Polres Soppeng dalam mencetak personel Polri yang berintegritas dan siap mengabdi untuk negeri.


(Aswan JS)