Soppeng, Mitrabuser.com, Lalabata kembali memiliki alasan untuk berbangga. Dalam gelaran FLS3N dan O2SN Tingkat Kecamatan Lalabata Tahun 2026, SDN 7 Salotungo tampil mencuri perhatian dengan torehan prestasi yang mengesankan.
Dari total 12 cabang lomba yang diikuti, hampir seluruhnya berhasil disumbangkan menjadi podium kemenangan.
Namun yang membuat capaian ini terasa istimewa bukan hanya soal jumlah juara, melainkan bagaimana prestasi itu diraih dan disikapi.
Sejak awal kompetisi, para siswa SDN 7 Salotungo menunjukkan kesiapan yang matang. Baik di bidang olahraga maupun seni, mereka tampil dengan percaya diri, disiplin, dan penuh semangat. Hasilnya pun berbicara.
Pada kategori Juara 1, dominasi SDN 7 Salotungo terlihat jelas. Ahmad Dzaki Al Kautsar berhasil menjadi yang terbaik di cabang Pencak Silat Putra.
Aqila Uthailah Putri Dafa mengukuhkan diri sebagai juara di Bulu Tangkis Putri. Syafa Tufatul Rizki unggul dalam lomba Menulis Cerita, sementara Andi Arsyil Kurniawan bersama Nur Fadil Akbar memukau juri melalui penampilan Pantomim.
Tak kalah membanggakan, Andi Zahra Yusri Andita berhasil meraih Juara 1 pada kategori Lagu Solo.
Prestasi juga berlanjut di posisi Juara 2. Nadifa Ayu Qanita tampil konsisten di cabang Pencak Silat Putri, sementara Andi Safira Nayara Qisya menunjukkan kemampuan terbaiknya di cabang Atletik.
Sementara itu, deretan Juara 3 turut memperkuat posisi SDN 7 Salotungo sebagai sekolah dengan performa merata. Aqila Almeera Ramadhani berhasil meraih juara dalam lomba Mendongeng. Muhammad Ghofran Pratama tampil solid di Bulu Tangkis Putra, dan Muhammad Yusuf Bintang Al Gazali menunjukkan kemampuan terbaiknya di cabang Renang.
Jika dilihat secara keseluruhan, capaian ini bukanlah hasil yang datang secara kebetulan. Di baliknya, terdapat proses pembinaan yang terstruktur, komitmen guru, serta dukungan penuh dari orang tua siswa.
Namun di tengah gemilangnya prestasi tersebut, SDN 7 Salotungo justru menunjukkan hal yang lebih penting: kerendahan hati.
Para siswa tidak larut dalam euforia kemenangan. Mereka tetap saling menghargai, menjaga sportivitas, dan menunjukkan sikap santun baik kepada lawan maupun sesama teman.
Nilai-nilai seperti bersyukur atas kemenangan, tidak merendahkan pihak lain, serta menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk terus belajar menjadi bagian yang terus ditanamkan.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter.
Prinsip ini menjadi fondasi kuat yang membedakan SDN 7 Salotungo dari sekadar sekolah berprestasi biasa.
Tak heran jika kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini terus meningkat. Orang tua tidak hanya melihat deretan piala, tetapi juga karakter anak-anak yang tumbuh dengan sikap rendah hati dan tanggung jawab.
Dari ajang ini, SDN 7 Salotungo tidak hanya membawa pulang kemenangan, tetapi juga menyampaikan pesan yang kuat: bahwa pendidikan sejati adalah tentang keseimbangan antara prestasi dan akhlak.
Sebab pada akhirnya, sekolah hebat bukan hanya yang mampu mencetak juara, tetapi yang mampu menjaga nilai-nilai luhur di atas setiap pencapaian.
SDN 7 Salotungo, berprestasi tinggi, tetap rendah hati.
(AJS)



