Soppeng, Mitrabuser.com, Memasuki era transformasi digital dan menuju visi kota cerdas, peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 pada 8 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan layanan publik yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Tidak lagi sekadar seremoni tahunan, perayaan kali ini tampil dengan pendekatan masa depan yang menitikberatkan pada integrasi teknologi, kesehatan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Soppeng menjadi salah satu pionir dalam menghadirkan program berbasis layanan cerdas melalui dua agenda utama: vaksinasi hewan peliharaan gratis dan distribusi benih ikan unggul kepada masyarakat.
Kepala DPKHP Soppeng, Erman Asnawi, dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai bagian dari ekosistem pelayanan publik modern yang tidak hanya responsif, tetapi juga preventif dan berorientasi jangka panjang.
“Di masa depan, layanan kesehatan hewan bukan lagi bersifat reaktif. Kami mengarah pada sistem pencegahan berbasis data dan kesadaran masyarakat. Vaksinasi hari ini adalah investasi untuk keamanan kesehatan manusia dan hewan di masa depan,” ujarnya. Kamis (2/4/2026).
Program vaksinasi hewan peliharaan yang akan dilaksanakan di Kantor DPKHP pada 8 April 2026, pukul 09.00 hingga 15.00 WITA, ditargetkan menjangkau setidaknya 200 ekor hewan, khususnya anjing dan kucing.
Dalam konsep pengembangan ke depan, kegiatan ini juga akan didukung oleh sistem pencatatan digital, memungkinkan setiap hewan tervaksin memiliki identitas kesehatan berbasis data yang terintegrasi.
Rabies sebagai penyakit zoonosis masih menjadi perhatian serius, dan dengan pendekatan berbasis teknologi, pemerintah daerah berupaya menciptakan sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi penyebaran penyakit.
Di sisi lain, sektor perikanan juga tidak luput dari sentuhan inovasi. Distribusi 30.000 benih ikan yang akan dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Ompo sejak pukul 07.00 hingga 17.00 WITA menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis ketahanan pangan lokal.
Ke depan, program ini dirancang untuk terhubung dengan sistem monitoring digital, di mana para pembudidaya dapat mengakses informasi pertumbuhan ikan, kualitas air, hingga prediksi panen melalui platform berbasis teknologi.
Langkah ini sejalan dengan tema Hari Jadi Soppeng tahun ini, “Sehat, Maju, Tangguh Berkelanjutan,” yang mencerminkan arah pembangunan daerah menuju integrasi antara kesejahteraan sosial dan kemajuan teknologi.
Erman menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari ekosistem perubahan. Masa depan daerah ini dibangun bersama, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang daerah, tetapi juga pijakan menuju masa depan yang lebih cerdas, sehat, dan mandiri.
Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, Soppeng menunjukkan bahwa daerah dengan kearifan lokal yang kuat pun mampu beradaptasi dan melangkah menuju era baru—sebuah masa depan di mana pelayanan publik, kesehatan, dan ekonomi tumbuh dalam harmoni berbasis teknologi dan keberlanjutan.
(Aswan)

