Polisi Soppeng Turun Langsung ke Kampung, Warga Kaget Saat Dengar Layanan 110 Bisa Digunakan Gratis, Hoaks Jadi Target Utama -->

 


Translate


Polisi Soppeng Turun Langsung ke Kampung, Warga Kaget Saat Dengar Layanan 110 Bisa Digunakan Gratis, Hoaks Jadi Target Utama

Kamis, 23 April 2026


Soppeng, Mitrabuser.com,– Suasana malam di Kampung Duri, Desa Lalabata Riaja, Kecamatan Donri-Donri, Kamis (23/4/2026) mendadak ramai. Warga yang awalnya berkumpul santai dibuat penasaran dengan kedatangan aparat Kepolisian bersama mahasiswa KKN yang membawa pesan penting: waspada hoaks dan manfaatkan layanan darurat 110.


Kegiatan yang digelar sekitar pukul 21.00 WITA itu langsung menarik perhatian masyarakat. Tidak hanya karena penyuluhan tentang bahaya berita bohong, tetapi juga karena adanya sosialisasi layanan Call Center 110 yang disebut bisa diakses cepat dan gratis oleh masyarakat.


Pihak Kepolisian melalui SiHumas Polres Soppeng memberikan edukasi langsung kepada warga tentang bagaimana hoaks dapat memicu konflik sosial, menimbulkan kepanikan, hingga memecah belah persatuan.


Dalam era digital saat ini, penyebaran informasi terjadi sangat cepat, sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum membagikan berita.


Kasi Humas Polres Soppeng, AKP H. Husain, dalam penyampaiannya menekankan bahwa masyarakat harus membiasakan diri melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Ia mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial benar adanya.


“Jika menerima informasi yang belum jelas sumbernya, jangan langsung dibagikan. Pastikan dulu kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” jelasnya di hadapan warga.


Tak hanya itu, warga juga diperkenalkan dengan layanan Call Center 110 sebagai sarana komunikasi cepat dengan Kepolisian. Layanan ini dapat digunakan untuk melaporkan gangguan keamanan, kejadian darurat, hingga pengaduan masyarakat.


Banyak warga yang mengaku baru mengetahui bahwa layanan tersebut bisa diakses kapan saja. Bahkan beberapa peserta terlihat langsung menanyakan cara penggunaan layanan tersebut serta jenis laporan yang bisa disampaikan.


Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa KKN Universitas Lamappapolenro Soppeng dengan pihak Kepolisian. Kolaborasi ini dinilai penting dalam meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat keamanan lingkungan.


Secara terpisah, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.


Menurutnya, peran mahasiswa dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.


“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilah informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu benar. Kami juga mengajak masyarakat memanfaatkan Call Center 110 sebagai sarana komunikasi cepat dengan Kepolisian,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Terlebih di era digital, potensi penyebaran hoaks semakin tinggi dan dapat berdampak luas.


Kegiatan penyuluhan berlangsung aman dan tertib. Warga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Banyak di antara mereka berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar masyarakat semakin paham cara bermedia sosial secara bijak.


Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Soppeng semakin sadar akan bahaya hoaks serta mampu memanfaatkan layanan 110 sebagai jalur cepat melaporkan kejadian. Langkah kecil ini diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang lebih aman, tertib, dan kondusif.


(Aswan JS)