Soppeng, Mitrabuser.com, Suasana malam di Lamogo, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Minggu (26/4/2026) mendadak berbeda dari biasanya.
Warga yang awalnya menjalani aktivitas malam secara santai, tiba-tiba berkumpul dalam sebuah kegiatan yang menarik perhatian. Kehadiran aparat kepolisian bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memicu rasa penasaran masyarakat.
Ternyata, malam itu Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan bahaya narkoba yang ditujukan khusus kepada generasi muda dan masyarakat setempat. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 20.30 WITA hingga selesai, dengan suasana yang berlangsung serius namun tetap komunikatif.
Yang membuat kegiatan ini menarik perhatian, penyuluhan tidak hanya disampaikan secara formal, tetapi juga dikemas dengan pendekatan langsung kepada masyarakat. Mahasiswa KKN turut dilibatkan sebagai mitra edukasi untuk memperkuat penyampaian pesan kepada warga.
Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, SE., MM, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menyampaikan materi dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Berprestasi Tanpa Narkoba.” Tema ini dipilih karena generasi muda dinilai sebagai kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa dampak narkoba tidak hanya menyerang kesehatan fisik, tetapi juga mental dan kehidupan sosial.
Penyalahgunaan narkoba disebut dapat merusak fungsi otak, menurunkan daya ingat, memicu gangguan jantung, hingga menyebabkan masalah lambung yang serius.
Tak hanya itu, dampak sosialnya juga dinilai jauh lebih mengkhawatirkan. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan putus sekolah, hilangnya rasa tanggung jawab, konflik keluarga, hingga rusaknya masa depan generasi muda. Pesan ini membuat sejumlah peserta tampak terdiam dan memperhatikan dengan serius.
Selain dari sisi kesehatan dan sosial, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan perspektif agama. Seluruh ajaran agama disebut melarang penggunaan narkoba karena dianggap merusak diri sendiri serta membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
AKP Heriyadi Nur menegaskan bahwa edukasi seperti ini merupakan langkah preventif yang terus dilakukan pihak kepolisian untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di wilayah pedesaan.
“Kami terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama generasi muda. Pencegahan harus dimulai dari edukasi sejak dini agar mereka tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, terlebih karena melibatkan mahasiswa KKN sebagai mitra edukasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif untuk menolak narkoba. Ia juga menilai kegiatan seperti ini mampu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan penyuluhan seperti ini. Sinergi dengan mahasiswa KKN menjadi bentuk kolaborasi positif dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib. Warga yang hadir terlihat antusias mengikuti penyuluhan hingga selesai. Diskusi interaktif juga terjadi antara pemateri dan peserta, terutama terkait cara mengenali dan mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat. Selain itu, peran keluarga, lingkungan, dan generasi muda diharapkan semakin kuat dalam menciptakan wilayah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Langkah preventif seperti ini dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga masa depan generasi muda, khususnya di daerah pedesaan yang kini juga tidak luput dari ancaman peredaran narkoba.
(AJS)

.jpg)