Kabar Duka Mengguncang Soppeng! Sosok Penting Ini Tutup Usia, Jejaknya Bikin Warga Tak Akan Lupa, Bupati Suwardi Haseng Ucapkan Belasungkawa -->

 


Translate


Kabar Duka Mengguncang Soppeng! Sosok Penting Ini Tutup Usia, Jejaknya Bikin Warga Tak Akan Lupa, Bupati Suwardi Haseng Ucapkan Belasungkawa

Sabtu, 25 April 2026


Soppeng, Mitrabuser.com,  Kabar duka datang dari Bumi Latemmamala. Seorang tokoh birokrasi yang pernah memegang peranan penting di Kabupaten Soppeng dikabarkan tutup usia pada Sabtu, 25 April 2026.


Kepergiannya sontak mengejutkan banyak pihak, mulai dari jajaran pemerintah hingga masyarakat yang pernah merasakan langsung sentuhan kepemimpinannya.


Meski masa jabatannya terbilang singkat, namun pengabdian yang ditorehkan meninggalkan kesan mendalam. Dalam kurun waktu hanya beberapa bulan memimpin, ia berhasil membawa perubahan yang tidak sedikit. Bahkan, salah satu pencapaian yang hingga kini masih dikenang adalah keberhasilan daerah tersebut meraih penghargaan bergengsi di bidang kebersihan tingkat nasional.


Kabar wafatnya tokoh tersebut langsung menyebar cepat di tengah masyarakat. Ucapan duka dan doa pun mengalir dari berbagai kalangan.


Banyak yang mengenangnya sebagai sosok disiplin, tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan dalam memimpin aparatur pemerintahan.


Bupati Soppeng H Suwardi Haseng bersama wakilnya Ir Selle KS Dalle juga menyampaikan ucapan belasungkawa dan rasa kehilangan yang mendalam. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut almarhum sebagai figur pemimpin berdedikasi tinggi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.


“Almarhum adalah sosok yang bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi hasilnya sangat dirasakan. Fondasi tata kelola lingkungan yang beliau bangun menjadi salah satu warisan berharga bagi daerah,” ungkap Bupati Soppeng Suwardi Haseng.


Tak hanya itu, selama masa transisi kepemimpinan beberapa tahun lalu, almarhum dikenal sebagai pemimpin yang mampu menjaga stabilitas birokrasi.


Ia menata sistem kerja aparatur sipil negara dengan pendekatan humanis, namun tetap menjunjung tinggi kedisiplinan.


Banyak ASN yang pernah bekerja bersamanya mengaku terinspirasi. Menurut mereka, almarhum bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga mentor yang memberikan arahan dan motivasi. Ia dikenal selalu hadir di tengah pegawai, mendengarkan masukan, serta memberikan solusi secara langsung.


Jejak kepemimpinan tersebut juga terlihat dari keberhasilan daerah mempertahankan kebersihan kota. Penghargaan nasional yang diraih kala itu menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan koordinasi yang baik mampu menghasilkan perubahan signifikan.


Kini, kepergian beliau meninggalkan duka mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia birokrasi di Sulawesi Selatan. Sosoknya dianggap sebagai pamong senior yang memiliki pengalaman panjang dan dedikasi tanpa pamrih.


Doa pun terus mengalir. Pemerintah daerah berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan ini. Mereka juga mengenang jasa-jasa almarhum yang telah mengabdikan dirinya bagi pembangunan daerah.


“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga amal ibadah beliau diterima dan jasa-jasanya menjadi pahala yang terus mengalir,” tutup pernyataan tersebut.


Kepergian Almarhum menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari lamanya masa jabatan. Namun dari seberapa besar dampak yang ditinggalkan. Dan bagi masyarakat Soppeng, nama almarhum akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang pernah membawa perubahan nyata dalam waktu singkat.


(AJS)