Jakarta, Mitrabuser.com, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mitigasi musim kemarau yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan ekstrem tahun 2026, Senin (20/4/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng itu sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dan diikuti oleh para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Rakornas ini menjadi forum strategis dalam menyusun langkah terpadu menghadapi musim kemarau panjang yang berpotensi mengganggu sektor pertanian nasional.
Dalam pemaparannya, Menteri Pertanian menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah pusat untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan.
Program tersebut meliputi bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk, hingga percepatan pembangunan irigasi dan pompanisasi seluas 1.000.000 hektare.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan ekspor serta penurunan impor sektor pertanian. Menteri Pertanian menyebutkan nilai tukar petani (NTP) saat ini berada pada tren positif dan diklaim menjadi yang tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
“Indonesia sudah mencapai swasembada dalam satu tahun dari target empat tahun. Ini harus dipertahankan. Pagu anggaran Kementan tahun 2026 sebesar Rp40,145 triliun difokuskan untuk mempercepat swasembada pangan,” tegasnya.
Selain fokus pada produksi, pemerintah juga menyiapkan kebijakan strategis berupa penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton, serta rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru.
Dari jumlah tersebut, lima pabrik ditargetkan mulai beroperasi sebelum tahun 2029.
Dalam forum tersebut, Menteri Pertanian juga meminta kepala daerah untuk aktif menyampaikan kendala di wilayah masing-masing, khususnya terkait peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) serta kesiapan menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih ekstrem.
Menanggapi hal itu, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mengamankan dan menjalankan kebijakan pemerintah pusat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi kekeringan yang dapat berdampak langsung terhadap produksi pangan nasional.
“Menteri Pertanian mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menyatukan langkah dalam menghadapi potensi kekeringan ke depan yang berpotensi mengganggu produksi pangan,” ujar Suwardi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah cepat guna menjaga stabilitas produksi, terutama pada komoditas strategis seperti padi, jagung, dan berbagai komoditas hortikultura.
Selain itu,
Menteri Pertanian juga menyinggung target swasembada pangan nasional yang sebelumnya ditetapkan dalam empat tahun, namun optimistis dapat dicapai lebih cepat, bahkan dalam kurun satu tahun. Karena itu, kepala daerah diminta memastikan keberlanjutan capaian tersebut melalui peningkatan luas tanam dan optimalisasi lahan pertanian.
Suwardi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen penuh untuk mendukung dan menyukseskan seluruh program pemerintah pusat, terutama dalam peningkatan produksi pangan dan ketahanan sektor pertanian.
“Sebagai pimpinan daerah, kami tentu siap mengamankan dan menjalankan kebijakan pemerintah pusat. Sektor pertanian menjadi prioritas karena merupakan fondasi utama daerah kita sebagai wilayah agraris,” tandasnya.
Kehadiran Bupati Soppeng dalam Rakornas ini dinilai sebagai langkah strategis memperkuat koordinasi pusat dan daerah, sekaligus memastikan kesiapan Kabupaten Soppeng menghadapi potensi kemarau ekstrem tahun 2026 yang diprediksi berdampak pada sektor pertanian nasional.
(Aswan JS)


