Damai Itu Indah, Harmoni yang Berakar dari Nilai Leluhur -->

 


Translate


Damai Itu Indah, Harmoni yang Berakar dari Nilai Leluhur

Selasa, 14 April 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, “Damai itu indah.” Ungkapan penuh makna ini kembali ditegaskan oleh Andi Irfan Makmun sebagai ajakan moral bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat.


Kedamaian, menurutnya, adalah fondasi utama dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan produktif.


Dalam kondisi damai, masyarakat dapat bekerja dengan tenang, menjalin silaturahmi yang erat, serta membangun daerah dengan semangat kebersamaan.


Pesan tersebut semakin kuat ketika dikaitkan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Bugis, khususnya di tanah Soppeng.


Leluhur Bugis telah lama mewariskan prinsip hidup yang menjunjung tinggi kehormatan (siri’), kejujuran (lempu’), kecendekiaan (amaccang), serta kepatutan (asitinajang).


Nilai-nilai ini menjadi pedoman dalam menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis dan penuh saling menghargai.
Dalam petuah Bugis dikenal ungkapan “Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge”—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan.


Nilai inilah yang menjadi dasar kuat dalam menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.


“Damai Desa atau kelurahan kita adalah cerminan dari kuatnya nilai kebersamaan, ungkapnya, Selasa (14/4/2026).


"Damai kecamatan kita mempererat persaudaraan. Damai kabupaten kita memperkokoh persatuan. Damai provinsi kita menghadirkan keharmonisan yang luas. Dan damai negeri kita, adalah cita-cita besar seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.


Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kedamaian bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.


Dengan menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat diyakini mampu menciptakan suasana yang sejuk, rukun, dan penuh berkah.


Pesan damai ini diharapkan menjadi cahaya penuntun, agar generasi hari ini dan yang akan datang tetap berpegang pada warisan budaya yang luhur, demi terwujudnya kehidupan yang harmonis di Bumi Latemmamala.


(AJS)