Hati yang Memberi, Ketika Sekolah Hadir di Saat Murid Membutuhkan -->

 


Translate


Hati yang Memberi, Ketika Sekolah Hadir di Saat Murid Membutuhkan

Jumat, 23 Januari 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Sekolah sejatinya bukan hanya ruang untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, sekolah adalah tempat menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kasih sayang sejak dini. Nilai-nilai inilah yang tercermin dalam program “Hati yang Memberi” yang dilaksanakan oleh keluarga besar SDN 7 Salotungo melalui kunjungan kasih kepada salah satu muridnya yang sedang sakit. Sabtu (24/1/2025). 


Murid tersebut adalah Cindy, siswi kelas III.C, yang saat ini tengah menjalani masa pemulihan di kediamannya di Palakka.


Di tengah kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih, Cindy mendapat kunjungan istimewa dari sekolah, kunjungan yang bukan hanya membawa bingkisan, tetapi juga menghadirkan kehangatan, perhatian, dan dukungan moral yang begitu berarti.


Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Zikriyah, S.Pd., Gr (Miss Kiky) selaku Wali Kelas III.C, didampingi Armi Nugraha, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo, serta empat orang perwakilan teman sekelas Cindy.


Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak pernah absen dalam kehidupan murid-muridnya, baik dalam suka maupun duka.


Suasana haru menyelimuti momen kunjungan tersebut. Cindy tampak tersenyum bahagia saat menyambut guru dan teman-temannya.


Sapaan lembut, obrolan ringan, serta doa yang dipanjatkan bersama menjadi penguat batin, tidak hanya bagi Cindy, tetapi juga bagi keluarganya yang dengan penuh kesabaran mendampingi proses penyembuhannya.


Bagi Cindy, kunjungan ini menjadi “obat” yang tak tertulis dalam resep dokter, namun mampu menguatkan semangatnya untuk segera pulih dan kembali beraktivitas di sekolah.


Sementara bagi teman-teman sekelas yang ikut hadir, pengalaman ini menjadi pembelajaran langsung tentang arti kepedulian, persahabatan, dan empati terhadap sesama.


Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo Abdul Asis, S.Pdi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa program Hati yang Memberi merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun karakter murid secara utuh.


Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan hati yang peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar.


“Sekolah harus hadir bukan hanya ketika anak-anak meraih prestasi, tetapi juga saat mereka sedang lemah dan membutuhkan dukungan.


"Anak-anak perlu tumbuh dengan hati yang mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain,” ungkap Kepala Sekolah.


Program ini diharapkan mampu menanamkan nilai empati sejak usia dini, sehingga kelak para murid tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial.


Melalui kegiatan Hati yang Memberi, SDN 7 Salotungo menunjukkan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang menyentuh hati.


Benih kepedulian yang ditanam hari ini diyakini akan tumbuh menjadi karakter kuat di masa depan, karakter yang mampu membawa kebaikan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas.


(AJS)