Soppeng, Mitrabuser.com, Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng terus menunjukkan tren positif. Sebanyak 14 sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kabupaten Soppeng menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning/PM) pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Kegiatan strategis ini berlangsung di Aula Pusat Kegiatan Guru (PKG) Lantai 2 Masjid Al Amin, SDN 166 Laburawung, dan diikuti oleh para kepala sekolah serta guru dengan antusiasme tinggi.
Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antar pendidik untuk memperkuat strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada pendalaman konsep, penguatan berpikir kritis, serta pembelajaran bermakna bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, SDN 21 Mattabulu dipercaya sebagai tuan rumah di bawah kepemimpinan Muhammad Arzak, S.Pd. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan penting di lingkungan Gugus 3, di antaranya:
Hasanuddin, S.Pd., M.Pd. – Pendamping Gugus 3 Kabupaten Soppeng.
H. Zainuddin, S.Pd. – Ketua Gugus 3 Kabupaten Soppeng.
Andi Rahmayuddin, S.Pd. – Ketua KKG Gugus 3 Kabupaten Soppeng.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung transformasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar.
Workshop Pembelajaran Mendalam (PM) ini dirancang untuk membekali guru dengan pendekatan pembelajaran yang tidak lagi berfokus pada ketuntasan materi semata, tetapi pada pemahaman konsep yang mendalam, penguatan nalar, serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).
Melalui sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan kerja kelompok, para guru diajak merancang pembelajaran yang kontekstual, relevan dengan kehidupan nyata, serta mampu membentuk karakter dan kompetensi abad ke-21 pada peserta didik.
Dalam sambutannya, Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., selaku Pendamping Gugus 3 Kabupaten Soppeng, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif para guru.
“Pembelajaran Mendalam merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang adaptif dan kritis. Dengan PM, guru tidak lagi sekadar mengajar untuk ujian, tetapi mengajar untuk kehidupan. Saya optimistis, kualitas pembelajaran di kelas akan semakin hidup dan bermakna,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KKG Gugus 3, Andi Rahmayuddin, S.Pd., berharap seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan hasil workshop di sekolah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi guru dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam di ruang kelas.
Workshop ditutup dengan diskusi kelompok antar guru yang membedah modul pembelajaran inovatif serta menyusun contoh penerapan PM sesuai dengan konteks dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Melalui kegiatan ini, KKG Gugus 3 Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sinergi antar sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.
(AJS)
