Soppeng, Mitrabuser.com, Warga di wilayah Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, ramai membicarakan adanya dugaan praktik penyalahgunaan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah orang diduga memanfaatkan kelonggaran sistem rekomendasi untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Menurut keterangan sumber yang enggan disebutkan namanya, pembelian solar bersubsidi tersebut dilakukan dengan menggunakan surat rekomendasi resmi namun diduga tidak sepenuhnya sesuai peruntukan. Rabu (3/12/2025).
Solar kemudian ditampung menggunakan jerigen oleh pihak-pihak tertentu yang diduga telah menjalankan pola tersebut secara rutin.
Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa salah satu oknum yang terlibat bahkan mengaku merasa “kebal hukum” dan tidak khawatir tersentuh aparat penegak hukum.
Ungkapan seperti ini memicu reaksi beragam dari masyarakat yang menilai bahwa adanya praktik semacam itu berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial serta keresahan di lingkungan sekitar.
Dalam kabar yang beredar, harga satu jerigen solar bersubsidi dilaporkan berada di kisaran Rp190.000. Setelah keluar dari SPBU, solar tersebut kemudian dijual kembali kepada warga, khususnya para petani, dengan harga mencapai Rp250.000 per jerigen.
Selisih harga yang cukup besar itu dinilai sangat membebani masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan aktivitas harian pada ketersediaan BBM bersubsidi.
Sejumlah warga juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan.
Mereka menilai sistem kontrol terkait pembelian BBM bersubsidi masih memiliki celah yang memungkinkan oknum tertentu memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu stabilitas pasokan solar bersubsidi bagi para konsumen yang sebenarnya berhak.
Warga berharap agar instansi terkait, termasuk aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan dinas teknis yang membawahi penyaluran BBM bersubsidi, segera melakukan pemantauan lebih ketat.
Mereka meminta adanya pengecekan menyeluruh guna memastikan bahwa penyaluran solar benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan regulasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU yang disebut dalam laporan masyarakat maupun instansi pengawas BBM di Kabupaten Soppeng belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan tersebut.
Masyarakat pun menantikan adanya klarifikasi serta langkah tindak lanjut dari pihak berwenang untuk menjaga ketertiban distribusi BBM bersubsidi.
(Red)
