Kadisdikbud Soppeng Dorong Guru Kuasai Rencana Pembelajaran Mendalam Secara Autentik -->

 


Translate


Kadisdikbud Soppeng Dorong Guru Kuasai Rencana Pembelajaran Mendalam Secara Autentik

Jumat, 14 November 2025

Soppeng, Mitrabuser.com,– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Sumangerukka, S. SE., S. Sos., M. Si., menekankan bahwa seluruh guru di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mampu membuat, menguasai, dan menjelaskan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) secara autentik, bukan sekadar menyalin atau mengikuti petunjuk instan.

Kadis Pendidikan menegaskan, penguasaan RPM merupakan kompetensi inti bagi guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam atau Deep Learning di kelas. 

“Yang paling penting bukan hanya menulis Rencana Pembelajaran Mendalam, tetapi memahami prinsip-prinsipnya, menguasai struktur dan alurnya, serta mampu menjelaskan setiap keputusan yang dibuat dalam perencanaan. 

"Dengan demikian, pembelajaran yang diberikan kepada siswa benar-benar bermakna dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif,” ujar Andi Sumangerukka.

Untuk memastikan guru benar-benar menguasai kompetensi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng mengharapkan kepada fasilitator/coach pada Pelatihan Pembelajaran Mendalam, agar lebih menekankan kepada guru tidak hanya melakukan copy-paste atau menggunakan prompt instan, tetapi mampu menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam secara mandiri dan kreatif sesuai konteks kelas masing-masing.

Kadis Pendidikan menambahkan bahwa pendekatan ini sejalan dengan tujuan Dinas untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kompetensi dan karakter, sekaligus membangun budaya guru yang reflektif dan profesional. 

“Guru yang memahami dan menguasai Rencana Pembelajaran  Mendalam akan menjadi teladan bagi praktik pembelajaran, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Langkah ini menunjukkan komitmen Kabupaten Soppeng untuk memastikan setiap guru mampu menerapkan pembelajaran mendalam secara autentik, tidak hanya sebagai formalitas administrasi, tetapi sebagai praktik yang benar-benar mendukung pembentukan pelajar yang berkesadaran bermakna dan menggembirakan serta saling memuliakan.

(AJS)