Bukan Sekadar Talenta, Ja’far Hadi Buktikan Arti Loyalitas di Tengah Godaan Turnamen Bergengsi -->

 


Translate


Bukan Sekadar Talenta, Ja’far Hadi Buktikan Arti Loyalitas di Tengah Godaan Turnamen Bergengsi

Sabtu, 26 September 2026


Soppeng, Mitrabuser.com, Di tengah gemerlap kesempatan tampil di ajang bergengsi, seorang pemain muda diuji bukan hanya oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga oleh sikap dan loyalitasnya.


Itulah yang terlihat dari sosok Ja’far Hadi, talenta muda yang mendapat kesempatan memperkuat PESAT Teteaji Sidrap pada ajang ITC Road to Malaysia 2026.


Kesempatan tersebut tentu bukan perkara kecil. Bermain di turnamen bergengsi menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda untuk menambah jam terbang dan membuka ruang pengembangan karier.


Namun, ada satu hal yang membuat kisah Ja’far menjadi berbeda.


Di saat kesempatan bersama PESAT Teteaji datang, Sewo Junior, tim yang selama ini membinanya, juga tengah mengikuti Turnamen Liga Ramang Barru.


Ja’far dan orang tuanya tidak kemudian mengambil keputusan sendiri.


Mereka justru menyerahkan sepenuhnya kepada Choac dan Manager Sewo Junior untuk menentukan apakah Ja’far diperbolehkan meninggalkan tim dan memperkuat PESAT Teteaji.


Sebuah sikap sederhana, tetapi sarat makna.


Sebab dalam sepak bola usia muda, ketika sebuah talenta mulai terlihat menonjol, godaan untuk berpindah atau mengejar kesempatan yang lebih besar selalu terbuka.


Namun, bagi Ja’far dan keluarganya, rasa hormat terhadap tim yang membina tidak boleh hilang hanya karena datang sebuah kesempatan besar.


Manajemen Sewo Junior akhirnya memberikan kesempatan kepada Ja’far untuk merasakan atmosfer kompetisi bersama PESAT Teteaji.


Keputusan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan pemain binaannya.


Amrayadi Arafah, SH., MH., memberikan apresiasi atas sikap Ja’far, keluarganya, dan kedua tim yang terlibat.


“Salut kepada Nak Ja’far dan orang tuanya yang menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Choac dan Manager menyangkut keikutsertaan memperkuat PESAT Sidrap, meskipun Sewo Junior mengikuti turnamen di saat yang bersamaan,” ujar Amrayadi.minggu (27/9/2026).


Menurutnya, kesempatan bagi Ja’far untuk memperkuat PESAT Teteaji bukan berarti memutus hubungan dengan Sewo Junior.


Justru sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan seorang pemain muda agar semakin matang.


Apresiasi juga diberikan kepada Manager PESAT Teteaji.


Di tengah fenomena perpindahan pemain muda yang terkadang berlangsung tanpa komunikasi dengan klub atau tim pembina, manajemen PESAT Teteaji dinilai memilih jalur yang berbeda.


Mereka terlebih dahulu melakukan komunikasi dan meminta pemain kepada pihak yang selama ini membina Ja’far.


“Salut pula kepada Manager PESAT Teteaji yang tidak langsung mencaplok pemain binaan kami. Suatu penghargaan dengan melakukan komunikasi permintaan pemain,” kata Amrayadi.


Sikap tersebut dinilai penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat.


Sebab membina pemain muda membutuhkan proses panjang. Ada waktu, tenaga, pendampingan dan pembentukan karakter yang dilakukan jauh sebelum seorang pemain mendapat sorotan.


Karena itu, ketika sebuah klub lain membutuhkan pemain binaan tersebut, komunikasi dan penghargaan terhadap klub pembina menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.


Bagi Ja’far Hadi, kesempatan tampil bersama PESAT Teteaji di ITC Road to Malaysia 2026 bukan hanya soal pertandingan.


Ada pelajaran yang jauh lebih besar: bagaimana mengejar mimpi tanpa melupakan orang-orang yang telah membuka jalan.


Talenta bisa membawa seorang pemain ke lapangan.


Namun, karakter, loyalitas dan sikap menghargai proseslah yang akan menentukan bagaimana seorang pemain dikenang.


Ja’far kini memiliki kesempatan untuk belajar dari atmosfer kompetisi yang lebih besar.


Dan di balik kesempatan itu, ada sebuah pesan sederhana yang layak dicatat:


Setinggi apa pun seorang pemain melangkah, jangan pernah lupa kepada tim yang pertama kali memberinya tempat untuk bermimpi.


(AJS)